OKU TIMUR, RETAMA NEWS – Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi salah satu fokus utama aparat kepolisian guna mencegah terjadinya bencana kabut asap dan kerusakan lingkungan. Memegang prinsip bahwa mencegah jauh lebih baik daripada memadamkan, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Cempaka terus melakukan langkah antisipasi secara masif di seluruh wilayah hukumnya.
Pada hari ini, Jumat (01/05/2026), terhitung sejak pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB, personel Polsek Cempaka melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) khusus Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla. Tidak tanggung-tanggung, dalam rentang waktu satu hari tersebut, petugas sukses merampungkan total 50 (lima puluh) giat operasi preventif di lapangan.
Rangkaian kegiatan gencar ini berfokus pada edukasi dan deteksi dini guna membangun kesadaran kolektif masyarakat. Adapun rincian dari 50 kegiatan tersebut meliputi penyebaran Maklumat Kapolda Sumsel tentang Larangan Karhutla sebanyak 28 giat, penyuluhan dan sosialisasi langsung kepada warga pemiliki lahan sebanyak 12 giat, pelaksanaan Patroli Terpadu di area rawan sebanyak 7 giat, serta pemasangan spanduk peringatan di 3 titik strategis.
Kapolsek Cempaka, AKP Romi F. AR., M.H., menegaskan bahwa pengerahan personel secara maksimal untuk menyebarkan maklumat dan sosialisasi ini adalah bukti keseriusan Polri dalam menekan angka Karhutla hingga titik terendah.
”Hari ini anggota kita all-out di lapangan. Ada 50 kegiatan yang semuanya difokuskan pada tindakan pencegahan. Kami terus mengajak dan mengedukasi masyarakat, terutama para petani dan pekebun, agar mutlak meninggalkan kebiasaan lama membuka lahan dengan cara dibakar, karena hal tersebut dapat diancam dengan sanksi pidana yang tegas,” ujar Kapolsek.
Berkat upaya pencegahan yang konsisten serta sinergitas yang terbangun baik dengan masyarakat, situasi kewilayahan Polsek Cempaka terpantau sangat kondusif. Berdasarkan pemantauan dan laporan di lapangan hingga Jumat petang, tidak ditemukan adanya titik panas (Nihil Hotspot) maupun titik api, sehingga tidak ada kegiatan pemadaman maupun penegakan hukum (Gakkum) yang harus dilakukan.
”Alhamdulillah, hari ini situasi Zero Hotspot dan Zero Fire. Kondisi nihil kebakaran ini tentunya adalah hasil dari kerja keras bersama. Kami akan terus mempertahankan intensitas patroli dan sosialisasi ini agar wilayah Cempaka senantiasa bebas dari ancaman bencana Karhutla,” tutup AKP Romi.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan penanggulangan Karhutla ditutup pada pukul 18.00 WIB, situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Cempaka dilaporkan berjalan dengan sangat aman, tertib, dan terkendali.

